SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI DUNIA DAN DI INDONESIA

Masalah

Pada dasarnya koperasi adalah lembaga yang tumbuh atas dasar solidaritas tradisional dan kerjasama antar individu, yang pernah berkembang sejak awal sejarah manusia sampai pada awal “Revolusi Industri” di eropa. Koperasi Modern didirikan pada akhir abad 18, terutama sebagai jawaban atas masalah-masalah sosial yang timbul selama tahap awal Revolusi Industri.

Koperasi merupakan salah satu lembaga ekonomi yang menurut Drs. Muhammad Hatta (Bapak Koperasi Indonesia) adalah lembaga ekonomi yang paling cocok jika diterapkan di Indonesia. Hal ini dikarenakan sifat masyarakat Indonesia yang tinggi kolektifitasannya dan kekeluargaan.Tapi sayangnya lembaga ekonomi ini malah tidak berkembang dengan pesat di negara Republik Indonesia ini. Kapitalisme berkembang dengan pesat dan merusak sendi-sendi kepribadian bangsa tanpa berusaha untuk memperbaikinya. Sehingga jurang kesenjangan sosial semakin lebar dan tak teratasi lagi.

Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865)  dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi.

Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Beliau mendirikan koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh Boedi Oetomo dan SDI.

Belanda yang khawatir koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, mengeluarkan UU no. 431 tahun 19 yang isinya yaitu :

– Harus membayar minimal 50 gulden untuk mendirikan koperasi

– Sistem usaha harus menyerupai sistem di Eropa

– Harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jendral

– Proposal pengajuan harus berbahasa Belanda

Hal ini menyebabkan koperasi yang ada saat itu berjatuhan karena tidak mendapatkan izin Koperasi dari Belanda. Namun setelah para tokoh Indonesia mengajukan protes, Belanda akhirnya mengeluarkan UU no. 91 pada tahun 1927, yang isinya lebih ringan dari UU no. 431 seperti :

– Hanya membayar 3 gulden untuk materai

– Bisa menggunakan bahasa derah

– Hukum dagang sesuai daerah masing-masing

– Perizinan bisa di daerah setempat

Koperasi menjamur kembali hingga pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Analisis

Landasan hukum koperasi

Koperasi berbentuk badan hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967 adalah ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan

Cara mendirikan koperasi

  1. Mekanisme pendirian koperasi
  • Pengumpulan anggota (membutuhkan sekurang kurangnya 20 sampai 25  anggota guna merapatkan pendirian koperasi).
  • Melakukan rapat untuk menentukan ketua,sekretaris dan bendahara.
  • Merencanakan anggaran yang isinya :
    • Nama koperasi, tempat kedudukan dan daerah bekerja
    • Maksud dan tujuan
    • Ketegasan usaha
    • Syarat syarat keanggotaan
    • Ketetapan tentang permodalan
    • Peraturan tanggungan keanggotaan
    • Peraturan tentang pimpinan koperasi dan kekuasaan anggota
    • Penetapan tahun buku
    • Ketentuan tentang sisa hasil perusahaan pada akhir tahun buku
    • Ketentuan soal sisa kekayaan bila koperasi di bubarkan
    • Perkembangan koperasi tidak senantiasa semulus apa yang diharapkan dan dibayangkan. Banyak permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam setiap perkembangannya, harapan menjadikan koperasi menjadi soko guru perekonomian Indonesia belum dapat diwujudkan. Meski banyak contoh Koperasi yang telah berhasil membuat sejahtera anggotanya tetapi masih banyak hal yang perlu dibenahi. Pada kesempatan ini akan dipaparkan hasil Analisis Pengembangan Koperasi dengan.
    • Pengembangan koperasi dalam analisis SWOT menurut Freddy Rangkuti (1997) sub-sub bagian dari analisis SWOT meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan berbagai indikator.
    • 1. Kekuatan dengan indikator :
    •          Telah memiliki badan hukum.
    •          Stukur organisasi yang sesuai dengan eksistensi koperasi.
    •          Keanggotaan yang terbuka dan sukarela.
    •          kekurangan pelanggan cukup kecil.
    •          Biaya rendah.
    •          Kepengurusan yang demokratis.
    •          Banyaknya unit usaha yang dikelola.
    • 2. Kelemahan dengan indikator :
    •   Lemahnya stuktur permodalan koperasi.
    •   Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha.
    •   Kurang pengalaman usaha.
    •   Tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM koperasi belum memadai.
    •    Kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi.
    •   Pengelola yang kurang inovatif.
    •    Kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang usaha yang dilakukan.
    •   Kurang dalam penguasaan teknologi.
    •   Sulit menentukan bisnis inti.
    •   Kurangnya kesadaran anggota akan hak dan kewajibannya (partisipasi anggota rendah).
    • 3. Peluang dengan indicator
    •   Adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah.
    •   Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke dalam koperasi sekunder.
    •   Kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi.
    •   Kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi.
    •   Perekonomian dunia yang makin terbuka mengakibatkan makin terbukanya pasar internasional bagi hasil koperasi Indonesia.
    •   Industrialisasi membuka peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustri dan industri pedesaan lainnya.
    •   Adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi.
    •   Adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi.
    •   Potensi daerah yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi.
    •   Dukungan kebijakan dari pemerintah.
    •   Undang-Undang nomor 12 tahun 1992, tentang sistem budidaya tanaman mendorong diversifikasi usaha koperasi.
    •   Daya beli masyarakat tinggi.
    • 4. Ancaman dengan indikator :
    •   Persaingan usaha yang semakin ketat.
    •   Peranan Iptek yang makin meningkat.
    •   Masih kurangnya kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain dan antar koperasi.
    •   Terbatasnya penyebaran dan penyediaan teknologi secara nasional bagi koperasi.
    •   Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang koperasi serta kurangnya kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
    •   Pasar bebas.
    •   Kurang memadainya prasarana dan sarana yang tersedia di wilayah tertentu, misalnya lembaga keuangan, produksi dan pemasaran.
    •   Kurang efektifnya koordinasi dan sinkronasi dalam pelaksanaan program pembinaan koperasi antar sektor dan antar daerah.
    •   Persepsi yang berbeda dari aparat pembina koperasi.
    •   Lingkungan usaha yang tidak kondusif.
    •   Anggapan masyarakat yang masih negatif terhadap koperasi.
    •   Tarif harga yang ditetapkan pemerintah.
    •   Menurunnya daya beli masyarakat. koperasi

 

Kesimpulan: koperasi di dirikan untuk memsejahterakan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam membangun tatanan perekonomian

Sumber:

http://alexandercharliethings.blogspot.com/2011/10/sejarah-koperasi-dunia-dan-indonesia.html

http://inggitdwiseptiana.blogspot.com/2012/10/ekonomi-koperasi.html

http://perpustakaan.dpr.go.id/catalog/index.php?p=show_detail&id=25862#

http://agusnuramin.wordpress.com/2011/09/23/sejarah-koperasi-indonesia/

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s