NAMA : NANDA DWI CAHYANI
KELAS: 4EB22
NPM: 25212232

JUDUL

PENGARUH ETIKA PROFESI AUDITOR EKSTERNAL DAN PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDITOR EKSTERNAL TERHADAP KUALITAS AUDIT
(Survei Pada Kantor Akuntan Publik Wilayah Bandung)
PENGARANG
ANISA NURJANAH (Jurusan Akuntansi Universitas Komputer Indonesia)

ISI

Latar belakang:
Profesi akuntan publik merupakan profesi kepercayaan masyarakat, dari profesi akuntan publik masyarakat mengharapkan penilaian yang bebas dan tidak memihak terhadap informasi yang disajikan oleh manajemen perusahaan dalam laporan keuangan(Mulyadi dan Puradiredja, 1998:3). Masih menurut (Mulyadi dan Puradiredja,1998:3) Profesi akuntan publik bertanggungjawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan, sehingga masyarakat memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar pengambilan keputusan, kepercayaan yang besar dari pemakai laporan keuangan auditan dan jasa lainnya yang diberikan oleh akuntan publik yang akhirnya mengharuskan akuntan publik memperhatikan kualitas audit yang dihasilkannya.

Rumusan Masalah:
hasil penelitian ini diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah yang terjadi baik pada etika profesi auditor eksternal, perilaku disfungsional auditor eksternal, maupun kualitas audit.

Tujuan Masalah:
untuk memecahkan masalah mengenai Etika Profesi Auditor Eksternal dan Perilaku Disfungsional Auditor Eksternal terhadap Kualitas Audit.

Alat dan Metode Pengumpulan Data:
metode deskriftif
Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.

Metode verifikatif
Metode Verifikatif adalah memeriksa benar tidaknya apabila dijelaskan untuk menguji suatu cara dengan atau tanpa perbaikan yang telah dilaksanakan di tempat lain dengan mengatasi masalah yang serupa dengan kehidupan.

TEORI
Pada bagian ini akan disajikan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh dari penyebaran angket/ kuesioner kepada responden sebagai sumber data utama dalam penelitian ini, selain upaya perolehan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka untuk melengkapi data utama. Kuesioner terdiri dari 17 butir pernyataan dengan perincian 8 butir pernyataan mengenai etika profesi, 3 butir pernyataan mengenai perilaku disfungsional dan 6 butir pernyataan tentang kualitas audit. Metode yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda sebagai alat bantu dalam pengambilan kesimpulan.
Hasil perhitungan persentase total skor dari variabel etika profesi auditor eksternal sebesar 80,91 berada pada interval 80 – 91. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa etika profesi auditor eksternal pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung secara umum berada dalam kategori baik.Demikian juga bila dilihat berdasarkan indikator, persentase skor jawaban responden untuk sebagian besarindikator termasuk dalam kategori baik. Namun persentase skor jawaban responden untuk indikator integritas dan obyektivitas masih termasuk dalam kategori sedang.
Hasil perhitungan persentase total skor dari variabel perilaku disfungsional auditors ebesar 50,30 berada pada interval 36 – 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku disfungsional auditorpada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung secara umum masih rendah.
Data yang digunakan dalam analisis regresi berdasarkan data hasil konversi skor hasil tanggapan 22 responden .
Bentuk model persamaan regresi yang akan diestimasi:
Y = b0 + b1 X1 + b2 X2 + 
Dimana:
Y = Kualitas audit
X1 = Etika profesi auditor eksternal
X2 = Perilaku disfungsional auditor
b0 = konstanta
bi,b2 = koefisien regresi
 = Pengaruh faktor lain

Melalui hasil pengolahan data, maka dapat dibentuk model prediksi variabel etika profesi auditor eksternal dan perilaku disfungsional auditor terhadap total kualitas audit sebagai berikut.
1 2 ˆY= 2,20+0,529X-0,393X
Nilai a dan bi dalam persamaan di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
b0= 2,20 artinya: Jika kedua variabel bebas (X) bernilai konstan (nol) maka kualitas audit (Y) akan bernilai 2,20.

b1= 0,529 artinya: Jika etika profesi auditor eksternal yang ditaati dengan baik akan meningkatkan kualitas audit sebesar 0,529.
b2= -0,393 artinya: Jika semakin tinggi perilaku disfungsional auditor akan menurunkan kualitas audit meningkat sebesar -0,393.
Dugaan sementara etika profesi auditor eksternal berpengaruh terhadap kualitas audit, karena itu peneliti menetapkan hipotesis penelitian untuk pengujian dua pihak dengan rumusan hipotesis sebagai berikut:
Ho1. = 0: Etika profesi auditor eksternal tidak berpengaruh terhadap kualitas auditpada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung.

Ha1.0: Etika profesi auditor eksternalberpengaruh terhadap kualitas auditpada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung.
Berdasarkan keluaran software SPSS seperti terlihat pada tabel 4.36 diperoleh nilai thitungvariabel etika profesi auditor eksternal sebesar 2,809 dengan nilai signifikansi sebesar 0,011.Nilai tabel yang digunakan sebagai nilai kritis pada uji parsial (uji t) sebesar 2,093 yang diperoleh dari tabel t pada  = 0.05 dan derajat bebas 19 untuk pengujian dua pihak.Karena nilai thitung (2,809) lebih besar dari ttabel (2,093) maka pada tingkat kekeliruan 5% diputuskan untuk menolak Ho1 sehingga Ha1 diterima.Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa etika profesi auditor eksternal berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung.
Dugaan sementara perilaku disfungsional auditor berpengaruh terhadap kualitas audit, karena itu peneliti menetapkan hipotesis penelitian untuk pengujian dua pihak dengan rumusan hipotesis sebagai berikut:
Ho2.2 = 0: Perilaku disfungsional auditor tidak berpengaruh terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan
Publik yang berada di wilayah Bandung.
Ha2.2 0: Perilaku disfungsional auditor berpe-
ngaruh terhadap kualitas audit pada
Kantor Akuntan Publik yang berada
di wilayah Bandung.
Dari keluaran software SPSS seperti terlihat pada tabel 4.36 diperoleh nilai thitung variabel perilaku disfungsional auditorsebesar 2,206 dengan nilai signifikasi sebesar 0,040.Nilai tabel yang digunakan sebagai nilai kritis pada uji parsial (uji t) sebesar 2,093 yang diperoleh dari tabel t pada  = 0.05 dan derajat bebas 19 untuk pengujian dua arah.Karena nilai thitung (-2,206) lebih besar dari negatif ttabel (-2,093) maka pada tingkat kekeliruan 5% diputuskan untuk menolak Ho2 sehingga Ha2 diterima. Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa perilaku disfungsional auditor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung.
Selanjutnya untuk menguji apakah etika profesi auditor eksternal dan perilaku disfungsional auditorsecara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap kualitas audit, dapat dilihat nilai Fhitung hasil pengolahan data sebesar 10,324dengan nilai signifikansi sebesar 0,001. Selanjutnya nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai F dari tabel. Melalui tabel F pada tingkat kekeliruan 5% ( = 0.05) dan derajat bebas (2:19) diperoleh nilai Ftabel sebesar 3,522. Karena Fhitung (10,324) lebih besar dari Ftabel (3,522) maka pada tingkat kekeliruan 5% (=0.05) diputuskan untuk menolak Ho3sehingga Ha3 diterima. Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa etika profesi auditor eksternal dan perilaku disfungsional auditor secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung.
Kemudian nilai R-Square sebesar 0,521 atau 52,1 persen, menunjukkan bahwa kedua variabel independen yang terdiri dari etika profesi auditor eksternal dan perilaku disfungsional auditor secara simultan mampu menerangkan perubahan yang terjadi pada kualitas audit sebesar 52,1 persen.Artinya secara bersama-sama kedua variabel independen (etika profesi auditor eksternal dan perilaku disfungsional auditor) memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 52,1% terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung. Sisanya pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diteliti adalah
sebesar47,9%, yaitu merupakan pengaruh faktor lain diluar kedua variabel independen yang diteliti seperti indenpendensi kompetensi dan fee audit dan variable.

HASIL / KESIMPULAN

Etika profesi auditor eksternal berpengaruh terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di kota Bandung. Etika profesi auditor yang ditaati dengan baik akan meningkatkan kualitas audit. Etika profesi auditor eksternal pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung berada dalam kategori sedang. Pada indikator integritas dalam pelaksanaan audit sebagian besar auditor hanya kadang-kadang bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa dan pada indikator obyektifitas dalam pelaksanaan audit cukup masih dipengaruhi oleh pihak lain. Masalah yang terjadi dikarenakan adanya akuntan publik yang melanggar SA-SPAP. Dan juga perilaku disfungsional auditor eksternal berpengaruh terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung. Semakin tinggi perilaku disfungsional auditor akan menurunkan kualitas audit. Perilaku disfungsional auditor eksternal pada Kantor Akuntan Publik yang berada di kota Bandung berada dalam kategori sedang. Akan tetapi sebagian besar auditor pada Kantor Akuntan Publik yang berada di kota Bandung masih sering melakukan perubahan dalam prosedur audit. Masalah yang terjadi dikarenakan adanya akuntan publik yang melakukan kolusi yang ditenggarai memalsukan laporan keuangan dan tidak melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar audit.

DAFTAR PUSTAKA
Accounting Horizons. Robbins. Stephen P., and Timothy A.Judge.2009. Organizational Behavior.13th Edition. Pearson International.
Achmad Subianto. Bisnis Indonesia, 2006
Adanan Silaban. 2011. Pengaruh Multidimensi Komitmen Profesional Terhadap Perilaku Audit Disfungsional. Jurnal Akuntansi & Auditing. Vol. 8. No. 1.
Arens, A.A., Elder, R.J., and Beasley, M.S. 2012. Auditing and Assurance Service – An Intergated Approach, 14th Edition. Edinburg UK : Pearson Limited Education.
Arens, Alvin A dan James L. Loebbecke (Amir Abadi Yusuf, Penerjemah). 2008. Auditing Pendekatan Terpadu. Buku Dua Edisi Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.
Arens, Alvin A dan James L. Loebbecke (Amir Abadi Yusuf, Penerjemah). 2008. Auditing Pendekatan Terpadu. Buku Dua Edisi Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.
Kane, G., & U. Velury. 2005. The impact of managerial ownership on the likelihood of provision of high quality auditing services, Review Of Accounting & Finance.
Kanisius. Suad Husnan. 2001. Dasar-Dasar Teori Portofolio. Edisi Tiga. UPP AMP YKPN. Yogyakarta
Kinichi, Angelo., and Robert Kreitner. 2003. Organizational Behavior, Keys concepts,skills and best practice. Mc Graw Hill.Co, Inc Newyork.
Mashuri Maschab. 2008. Kekuasaan Eksekutif di Indonesia. Rineka Cipta, Jakarta.
Mustofa. 2009. Globalisasi Profesi Akuntansi Di Mata Mustofa. Akuntan Indonesia : Edisi No.19/Tahun III Agustus 2009, Hal 13-15
Nor, Mohd Nazli Mohd, Smith, Malcolm and Ismail, Zubaidah.2009. Auditors’ Perception of Time Budget Preassure and Reduced Audit Quality practices: A Preliminary Study From Malaysian Context.
Nugrahiningsih, Putri. 2005. Analisis Perbedaan Perilaku Etis Auditor di KAP dalam Etika Profesi (Studi terhadap Peran Faktor-Faktor Individual : Locus of Control, Lama Pengalaman Kerja, Gender dan Equity Sensitivity). Simposium Nasional Akuntansi VIII.
Puradiredja Mulyadi dan. 1998. Auditing Pendekatan Terpadu. Jakarta: Salemba Empat.
Schermerhorn, Jhon R., james G. Hunt., and Richard N. Osborn. 2005. Organizational Behavior. Ninth Edition, Jhon Wiley and Sons Inc.
Sofyan Syafri Harahap. 2007. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Edisi Kesatu Cetakan Ketiga. Jakarta: PT. Raya Grafindo Persada.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung : CV Alfabeta.
Tjiptohadi Unti Ludigdo. 2007. Paradoks Etika Akuntan. Edisi Pertama. Penerbit Pustaka Pelajar.
Umi Narimawati. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Teori dan Aplikasi, Bandung: Agung Media.
Akuntan Online
Sumber : Sumber:tempo.com, hukumonline.com.
Teten,2001 dalam http://www.news.liputa-n6.com

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s