AKUNTANSI INTERNASIONAL

Negara – Negara yang Pernah Inflasi

Nikaraguai

 

   Kelompok 4

  1. Anita Rosita           (20212938)
  2. Annisa Fitri           (20212958)
  3. Ira Nirmala           (28212064)
  4. Nanda Dwi Cahyani           (25212232)

 

FAKULTAS EKONOMI, JURUSAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2012

SEJARAH NIKARAGUAI

          Nama Nikaragua diambil dari kata Nicarao, sebuah nama suku di pesisir Lago Nicaragua dan kata agua yang berarti air dalam bahasa Spanyol. Orang-orang Nicarao tersebut datang dari utara setelah jatuhnya Teotihuacán atas anjuran dari pemuka agama mereka. Nikaragua pernah menjadi terkenal ketika gempa bumi maha dahsyat memporakporandakan negara itu pada 23 Desember 1972. Melukai 20.000 jiwa, dan membinasakan 5.000 jiwa.

Nikaragua dibagi menjadi 15 departemen (departamentos) dan 2 daerah otonomi.

Departemen                                         Daerah Otonomi

Boaco                             Carazo                  Región Autónoma del Atlántico Norte

Chinandega          Chontales             Región Autónoma del Atlántico Sur

Estelí                              Granad

Jinotega                León

Madriz                  Managua

Masaya                Matagalpa

Nueva Segovia     Rivas

Río San Juan

Tokoh-tokoh dari Nikaragua

  • Alexis Arguello, juara dunia tinju kelas ringan WBC, wali kota Managua terpilih tahun 2008 –
  • Rosendo Alvarez, juara dunia tinju kelas terbang mini dan terbang yunior WBA
  • Ricardo Mayorga, juara dunia tinju kelas welter (WBA dan WBC), kelas menengah yunior WBC.

 

INFLASI NIKARAGUA

Republik Nikaragua (República de Nicaragua) adalah sebuah negara berbentuk republic di Amerika Tengah yang berbatasan dengan Honduras di sebelah utara, Kosta Rika di selatan, Samudera Pasifuk di barat, dan Laut Karibia di timur. Negara ini adalah yang terbesar di wilayah tersebut dan yang paling jarang kepadatan penduduknya.

Dengan luas sekitar 129.500 km², luas Nikaragua hampir sama dengan New York. Negara ini memiliki 7% dari keanekaragaman hayati dunia dan hutan hujan terluas kedua di Amerika; hampir 20% wilayahnya dilindungi sebagai taman nasional atau cagar alam.

Negara ini dibatasi oleh Kosta Rika di selatan, Honduras di utara, dan Laut Karibia di timur. Wilayahnya terbagi ke dalam tiga daerah: Dataran Rendah Pasifik, Pengungan Utara Tengah, dan Dataran Rendah Atlantik. Dengan jumlah penduduk 5.570,129 jiwa yang terbagi dari :

 

Etnis

  • mestizo :69%
  • kulit Putih : 17%
  • kulit Hitam : 9%
  • Amerindia : 5%

Agama

  • Katolik Roma : 73%
  • Injili : 15%
  • Moravia : 2%
  • Non Agama : 9%

 

TAHUN INFLASI

Tahun 1933, Nikaragua diperintah oleh keluarga diktator Somoza yang disokong oleh AS. Sikap tangan besinya dalam memerintah & tingginya angka kemiskinan dan kesenjangan social di seantero Nikaragua lantas membuat sebagian rakyat Nikaragua berinisiatif untuk memberontak.

Tahun 1958, Roman Raudales & para pengikutnya yang memulai aktivitas pemberontakan di nikaragua utara, namun aktivitas tersebut tidak berlangsung lama.

Tahun 1961, Mahasiswa penganut sayap kiri berinisiatif membentuk kelompok pembrontak baru bernama Frente de Liberacion Nacional (FLN, Front Pembebasan Nasional).

Tahun 1963, FLN mengganti namanya menjadi Sandinista, dalam pemberontakannya Sandinista menyusupkan anggotanya ke kawasan pedesaan untuk mencari dukungan & bank serta kampus untuk mendapatkan bantuan financial. Somoza merespon aktivitas pemberontakan Sandinista dengan menangkap & menyiksa mereka yang diduga sebagai anggota Sandinista.

Tahun 1972, Nikaragua diguncang oleh gempa dahsyat yang merenggut nyawa puluhan ribu orang. Bantuan dari luar negeri pun mulai mengalir ke Nikaragua, namun dana tersebut bukan digunakan untuk membantu para korban gempa yang membutuhkan, melainkan dana tersebut digunakan oleh Presiden Anastasio Somoza Debayle untuk memperkaya keluarganya sendiri. Sifat inilah yang mengundang kemarahan dari rakyat Nikaragua yang dimanfaatkan oleh Sandinista, untuk merekrut menjadi anggota didalamnya.

Tahun 1974, Sandinista menduduki rumah seorang mantan menteri Nikaragua & menahan beberapa orang didalamnya. Aktivitas penyanderaan tersebut berakhir setelah Somoza setuju untuk memberikan uang tebusan & membiarkan para anggota Sandinista beserta para sanderanya untuk terbang ke kuba. Tak lama kemudian, Somoza mengintruksikan militer nikaragua untuk membasmi anggota Sandinista yang masih berada di Nikaragua. Para tentara nikaragua lantas merespon intruksi tersebut dengan melakukan pembunuhan & penyiksaan terhadap ratusan warga desa.

Tahun 1978, Pedro Joaquin Chamorro yang berprofesi sebagai editor majalah oposisi popular tewas dibunuh di mana bukti-bukti yang menunjukkan bahwa keluarga Somoza & militer Nikaragua berada dibalik pembunuhan tersebut. Tak lama usai tewasnya Chamorro , kerusuhan & pemogokan missal langsung pecah di kota-kota Nikaragua. Walaupun sudah tidak didukung oleh rakyatnya sendiri, Somoza masih enggan mundur dari jabatannya sebagai presiden. Sikap Somoza tersebut lantas direspon AS dengan menghentikan semua bantuan finansialnya kepada Nikaragua.

Tahun 1979, Sandinista mendirikan koalisi bernama Frente Patriotico Nacional (FPN) yang anggotanya terdiri dari para simpatisan Sandinista & orang-orang anti Somoza di luar Sandinista. Pada bulan Maret Sandinista mendapat bantuan persenjataandari Venezuella, Kuba & Panama memulai aktivitas pemberontakan besar-besaran di seantero Nikaragua. Pertempuran berjalan sengit, namun FPN yang didukung hampir seluruh rakyat Nikaragua akhirnya berhasil mengungguli militer Nikaragua & menduduki ibukota Managua. Peristiwa jatuhnya Managua ke tangan FPN lantas dikenal dengan sebutan “Revolusi Nikaragua”.

Tahun 1980, badan pemerintahan Nikaragua mulai dilanda perpecahan menyusul beredarnya isu bahwa Sandinista berencana mengubah Nikaragua menjadi Negara komunis murni seperti kuba & Uni Soviet. Pihak-pihak yang menentang rencana tersebut pun mulai membentuk kelompok-kelompok bersenjata dengan harapan bisa menumbangkan rezim Sandinista lewat jalur perjuangan bersenjata.

Tahun 1982, Sandinista menetapkan status darurat nasional karena situasi keamanan yang memburuk akibat pembrontakan Contra. Sejak status darurat nasional diberlakukan, kebebasan-kebebasan individu rakyat Nikaragua dibatasi & control atas media diperketat.

Tahun 1984, Nikaragua mendapatkan tekanan dunia internasional dan menggelar pemilu yang dimenangkan oleh Sandinista. Pasca pemilu, Daniel Ortega dilantik menjadi presiden baru Nikaragua. Namun AS menolak mengakui hasil pemilu tersebut & setahun sesudah pemilu Nikaragua, AS menjalankan embargo ekonomi total pada Nikaragua.

Tahun 1988, Dengan berjalannya waktu, rezim Sandinista akhirnya mulai goyah walaupun mereka masih sanggup bertahan sebagai penguasa Nikaragua. Kombinasi dari embargo ekonomi AS, tersedotnya anggaran nasional untuk memerangi Contra, & bencana alam Topan Joan membuat Nikaragua dilanda inflasi ekonomi parah mencapai 14.000% . Sebagai akibatnya, kemiskinan yang melanda Nikaragua sejak rezim Somoza tetap membludak popularitas rezim Sandinista mulai memudar.

 

TINGKAT INFLASI DI NIKARAGUA

Tingkatan Besarnya inflasi:

  1. Inflasi Ringan : kurang dari 10% Per tahun
  2. Inflasi Sedang : antara 10% sampai 30% per tahun
  3. Inflasi Berat : antara 30% sampai 100%
  4. Hiperinflasi : lebih dari 100%

Pada tahun 1988-1991 Nikaragua mengalami inflasi ekonomi yang sangat tinggi yaitu mencapai 14.000% per tahun. ini dapat diartikan bahwa Nikaragua termasuk Negara yang mengalami Hiperinflasi berdasarkan tingkatan besarnya inflasi.

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI INFLASI NIKARAGUA

Nikaragua pada tahun 1988 hanya memberikan waktu tiga hari bagi warganya untuk swap mata uang lama dengan mata uang yang baru (Mosely, 2005).

Di negara-negara dimana telah terjadi hiperinflasi, adalah suatu upaya perjuangan yang berat untuk memperoleh kembali kepercayaan pasar internasional dan dukungan masyarakat. Cara memulihkan kepercayaan adalah melalui program stabilisasi, dengan meningkatkan kemandirian operasional bank sentral, dan menghapus kebijakan ekonomi distortif. Penggunaan redenominasi sebagai sarana meningkatkan kredibilitas bersumber pada politik dalam negeri. Pemerintah ingin menjaga inflasi rendah karena ingin dihargai oleh masyarakat atas kinerja di bidang ekonomi, dan inflasi rendah membantu perekonomian. Pemerintah ingin memberi kesan positif pada pasar internasional, karena hal ini memungkinkan mereka untuk memperoleh pinjaman luar negeri lebih murah dan untuk menarik investasi asing, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Yang dilakukan pemerintah Nikaragua dalam mengatasi inflasi adalah dengan cara melakukan redenominasi.

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Pada waktu terjadi inflasi, jumlah satuan moneter yang sama perlahan-lahan memiliki daya beli yang semakin melemah. Dengan kata lain, harga produk dan jasa harus dituliskan dengan jumlah yang lebih besar. Ketika angka-angka ini semakin membesar, mereka dapat memengaruhi transaksi harian karena risiko dan ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh jumlah lembaran uang yang harus dibawa, atau karena psikologi manusia yang tidak efektif menangani perhitungan angka dalam jumlah besar. Pihak yang berwenang dapat memperkecil masalah ini dengan redenominasi: satuan yang baru menggantikan satuan yang lama dengan sejumlah angka tertentu dari satuan yang lama dikonversi menjadi 1 satuan yang baru. Jika alasan redenominasi adalah inflasi, rasio konversi dapat lebih besar dari 1, biasanya merupakan bilangan positif kelipatan sepuluh, seperti 10, 100, 1.000, dan seterusnya. Prosedur ini dapat disebut sebagai “penghilangan nol”.

Ketika terjadi redenominasi, data keuangan yang dipengaruhi oleh perubahan tersebut harus disesuaikan. Contohnya, Produk Domestik Bruto (PDB) Bank Sentral Nikaragua yang didokumentasikan dengan baik.

 

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

CCONTOH SOAL PERTUKARAN MATA UANG

TUGAS INTERNASIONAL AKUNTANSI

NAMA            : NANDA DWI CAHYANI

KELAS           : 4EB22

NPM               : 25212232

CONTOH SOAL PERTUKARAN MATA UANG

Mata Uang Nilai Kurs Jual Kurs Beli
AUD 1.00 9,849.53 9,745.66
BND 1.00 9,545.65 9,445.81
CAD 1.00 9,890.95 9,788.03
CHF 1.00 13,334.69 13,192.18
CNY 1.00 2,020.93 2,000.95
DKK 1.00 1,958.95 1,939.30
EUR 1.00 14,614.50 14,464.84
GBP 1.00 18,782.37 18,591.51
HKD 1.00 1,694.56 1,677.60
JPY 100.00 11,573.39 11,454.96
KRW 1.00 11.07 10.95
KWD 1.00 43,752.50 43,262.46
LAK 1.00 1.62 1.60
MYR 1.00 3,192.23 3,157.61
NOK 1.00 1,551.95 1,534.80
NZD 1.00 8,753.97 8,664.84
PGK 1.00 4,392.77 4,182.67
PHP 1.00 281.51 278.61
SAR 1.00 3,508.04 3,471.24
SEK 1.00 1,575.90 1,559.39
SGD 1.00 9,545.65 9,445.81
THB 1.00 374.59 370.68
USD 1.00 13,152.00 13,022.00
VND 1.00 0.59 0.58

 

 

 

  1. Pak Febri yang baru pulang dari luar negeri ingin menukarkan uang negara lain yang dimilikinya sebesar 1500 US $, 1450 JPY, dan 1200 GBP dengan rupiah. Maka uang yang diterimanya sebesar ?

US$ = 1500 x 13,022.00 (kurs beli)    = Rp. 19.533.000

JPY = 1450 x 11,454.96 (kurs beli)    = Rp. 16.609.692

GBP = 1200 x 18,591.51 (kurs beli)    = Rp. 22.309.812    +

Rp. 58.452.504

  1. Ibu Hany mendapat kiriman dari kakaknya yang bekerja di Jepang sebesar Y 7000 dan mendapat kiriman dari ayahnya yang bekerja di Australia sebesar US$ 2000. Berapa rupiah uang yang akan diterima Ibu Hany ?

US$ = 2000 x 13,022.00 (kurs beli)    = Rp. 26.044.000

JPY = 7000 x 11,454.96 (kurs beli)   = Rp. 80.184.720   +

Rp.106.228.720

  1. Ibu Yuli mendapat kiriman uang dari anaknya yang berada di Hongkong sebesar 35.000 HKD. Ia ingin membeli perhiasan sebesar 200$, selain itu juga ingin membelikan suaminya sebuah jam tangan senilai 150 EUR. Maka berapa sisa uang yang diterimanya ?

HKD = 35.000 x 1.677,60 (kurs beli)      = Rp. 58.716.000

US$ = 200 x 13,152.00      (kurs jual)      = Rp. 2.630.400

EUR = 150 x 14,614.50     (kurs jual)     = Rp.  2.192.175   +

Rp. 63.538.575

  1. Dion memperoleh Deviden dari sejumlah saham yang ia punya diluar negeri sebesar masing-masing 13.000 AUD. Ia ingin membelikan anak kembarnya handphone masing-masing senilai 800 SGD, selain itu ia ingin mengaja pergi istrinya dan tour per orang dikenakan biaya 3500 USD, biaya fiscal 2.350.000. berapa EUR yang harus diambil Dion dari tabungannya ?

AUD = 13.000 x 9,745.66 (kurs beli)    = Rp. 126.693.580

SGD = 800 x 9,545.65 (kurs jual)          = Rp.     7.636.520

USD = 3500 x 13,152.00      (kurs jual)  = Rp. 46.032.000

Biaya Fiskal = 2.350.000 x 2                 =  Rp.   4.700.000    +

= Rp. 185.062.100

185.062.100 – 126.693.580 = 58.368.520 : 12.690,27 = 4.599.470

  1. Putri ingin berkunjung ke Indonesia dengan membawa uang sebesar 75.000 THB. Ketika ditukar ke Bank maka uang yang didapat Putri sebesar ?

THB 75.000 x 370.68 (Kurs Beli) = Rp. 27.801.000

  1. Ira akan berlibur ke Hongkong dengan membawa uang sebesar 3000 Swiss Franc. Ketika sampai di Bank Hongkong uang yang diperoleh Ira adalah ?
    000 CHF x 13,192.18 (Kurs Beli) = Rp. 39.576.540
  2. Ibnu membeli sebuah rumah di Amerika dengan harga 500.000 dollar USD. Berapa Euro yang harus dibayar Ibnu?
    000 USD x 13,022.00 (Kurs Beli) = Rp. 6.511.000.000
    6.511.000.000/14,614.50   (Kurs Jual) = 445.516.4
  3. Sepulang Dari Amerika Henry mempunyai uang $ 1000 dan dia berniat untuk membelikan kalung emas ¥200 dan gelang emas $ 100 SGD untuk anak nya Berapa Rupiah sisa uang Henry ?

USD = $ 1000 x 13,022.00 =         Rp. 13.022.000

JPY = ¥200   x 10,880.31 =      ( Rp.   2.176.062)

SGD = $ 100   x 9,553.39 =       ( Rp.     955.339)   –

Rp. 9.765.599

  1. Rommy ingin berlibur ke jepang ia membutuhkan ¥2000, sebelum berangkat ke jepang ia menukarkan uangnya ke money changer. Berapa Rupiahkah yang ia harus keluarkah?

¥2000 ×10,879.33 (K urs Jual) = Rp 21.758.660

 

  1. Rudi menderita sakit keras, ia harus segera dibawa ke singapura untuk berobat. Sedangkan biaya berobat yang harus dikeluarkan sebesar SGD50.000, ia mempunyai tabungan Rp 850.000.000. berapa Rupiah sisa uang tabungan Rudi ?

Tabungan yang dimiliki                  = Rp. 850.000.000

SGD50.000 × 9,545.65 (Kurs Jual) = Rp. 477.825.500 –

Rp. 372.717.500

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

NAMA : NANDA DWI CAHYANI
KELAS: 4EB22
NPM: 25212232

JUDUL

PENGARUH ETIKA PROFESI AUDITOR EKSTERNAL DAN PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDITOR EKSTERNAL TERHADAP KUALITAS AUDIT
(Survei Pada Kantor Akuntan Publik Wilayah Bandung)
PENGARANG
ANISA NURJANAH (Jurusan Akuntansi Universitas Komputer Indonesia)

ISI

Latar belakang:
Profesi akuntan publik merupakan profesi kepercayaan masyarakat, dari profesi akuntan publik masyarakat mengharapkan penilaian yang bebas dan tidak memihak terhadap informasi yang disajikan oleh manajemen perusahaan dalam laporan keuangan(Mulyadi dan Puradiredja, 1998:3). Masih menurut (Mulyadi dan Puradiredja,1998:3) Profesi akuntan publik bertanggungjawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan, sehingga masyarakat memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar pengambilan keputusan, kepercayaan yang besar dari pemakai laporan keuangan auditan dan jasa lainnya yang diberikan oleh akuntan publik yang akhirnya mengharuskan akuntan publik memperhatikan kualitas audit yang dihasilkannya.

Rumusan Masalah:
hasil penelitian ini diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah yang terjadi baik pada etika profesi auditor eksternal, perilaku disfungsional auditor eksternal, maupun kualitas audit.

Tujuan Masalah:
untuk memecahkan masalah mengenai Etika Profesi Auditor Eksternal dan Perilaku Disfungsional Auditor Eksternal terhadap Kualitas Audit.

Alat dan Metode Pengumpulan Data:
metode deskriftif
Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.

Metode verifikatif
Metode Verifikatif adalah memeriksa benar tidaknya apabila dijelaskan untuk menguji suatu cara dengan atau tanpa perbaikan yang telah dilaksanakan di tempat lain dengan mengatasi masalah yang serupa dengan kehidupan.

TEORI
Pada bagian ini akan disajikan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh dari penyebaran angket/ kuesioner kepada responden sebagai sumber data utama dalam penelitian ini, selain upaya perolehan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka untuk melengkapi data utama. Kuesioner terdiri dari 17 butir pernyataan dengan perincian 8 butir pernyataan mengenai etika profesi, 3 butir pernyataan mengenai perilaku disfungsional dan 6 butir pernyataan tentang kualitas audit. Metode yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda sebagai alat bantu dalam pengambilan kesimpulan.
Hasil perhitungan persentase total skor dari variabel etika profesi auditor eksternal sebesar 80,91 berada pada interval 80 – 91. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa etika profesi auditor eksternal pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung secara umum berada dalam kategori baik.Demikian juga bila dilihat berdasarkan indikator, persentase skor jawaban responden untuk sebagian besarindikator termasuk dalam kategori baik. Namun persentase skor jawaban responden untuk indikator integritas dan obyektivitas masih termasuk dalam kategori sedang.
Hasil perhitungan persentase total skor dari variabel perilaku disfungsional auditors ebesar 50,30 berada pada interval 36 – 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku disfungsional auditorpada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung secara umum masih rendah.
Data yang digunakan dalam analisis regresi berdasarkan data hasil konversi skor hasil tanggapan 22 responden .
Bentuk model persamaan regresi yang akan diestimasi:
Y = b0 + b1 X1 + b2 X2 + 
Dimana:
Y = Kualitas audit
X1 = Etika profesi auditor eksternal
X2 = Perilaku disfungsional auditor
b0 = konstanta
bi,b2 = koefisien regresi
 = Pengaruh faktor lain

Melalui hasil pengolahan data, maka dapat dibentuk model prediksi variabel etika profesi auditor eksternal dan perilaku disfungsional auditor terhadap total kualitas audit sebagai berikut.
1 2 ˆY= 2,20+0,529X-0,393X
Nilai a dan bi dalam persamaan di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
b0= 2,20 artinya: Jika kedua variabel bebas (X) bernilai konstan (nol) maka kualitas audit (Y) akan bernilai 2,20.

b1= 0,529 artinya: Jika etika profesi auditor eksternal yang ditaati dengan baik akan meningkatkan kualitas audit sebesar 0,529.
b2= -0,393 artinya: Jika semakin tinggi perilaku disfungsional auditor akan menurunkan kualitas audit meningkat sebesar -0,393.
Dugaan sementara etika profesi auditor eksternal berpengaruh terhadap kualitas audit, karena itu peneliti menetapkan hipotesis penelitian untuk pengujian dua pihak dengan rumusan hipotesis sebagai berikut:
Ho1. = 0: Etika profesi auditor eksternal tidak berpengaruh terhadap kualitas auditpada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung.

Ha1.0: Etika profesi auditor eksternalberpengaruh terhadap kualitas auditpada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung.
Berdasarkan keluaran software SPSS seperti terlihat pada tabel 4.36 diperoleh nilai thitungvariabel etika profesi auditor eksternal sebesar 2,809 dengan nilai signifikansi sebesar 0,011.Nilai tabel yang digunakan sebagai nilai kritis pada uji parsial (uji t) sebesar 2,093 yang diperoleh dari tabel t pada  = 0.05 dan derajat bebas 19 untuk pengujian dua pihak.Karena nilai thitung (2,809) lebih besar dari ttabel (2,093) maka pada tingkat kekeliruan 5% diputuskan untuk menolak Ho1 sehingga Ha1 diterima.Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa etika profesi auditor eksternal berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung.
Dugaan sementara perilaku disfungsional auditor berpengaruh terhadap kualitas audit, karena itu peneliti menetapkan hipotesis penelitian untuk pengujian dua pihak dengan rumusan hipotesis sebagai berikut:
Ho2.2 = 0: Perilaku disfungsional auditor tidak berpengaruh terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan
Publik yang berada di wilayah Bandung.
Ha2.2 0: Perilaku disfungsional auditor berpe-
ngaruh terhadap kualitas audit pada
Kantor Akuntan Publik yang berada
di wilayah Bandung.
Dari keluaran software SPSS seperti terlihat pada tabel 4.36 diperoleh nilai thitung variabel perilaku disfungsional auditorsebesar 2,206 dengan nilai signifikasi sebesar 0,040.Nilai tabel yang digunakan sebagai nilai kritis pada uji parsial (uji t) sebesar 2,093 yang diperoleh dari tabel t pada  = 0.05 dan derajat bebas 19 untuk pengujian dua arah.Karena nilai thitung (-2,206) lebih besar dari negatif ttabel (-2,093) maka pada tingkat kekeliruan 5% diputuskan untuk menolak Ho2 sehingga Ha2 diterima. Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa perilaku disfungsional auditor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung.
Selanjutnya untuk menguji apakah etika profesi auditor eksternal dan perilaku disfungsional auditorsecara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap kualitas audit, dapat dilihat nilai Fhitung hasil pengolahan data sebesar 10,324dengan nilai signifikansi sebesar 0,001. Selanjutnya nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai F dari tabel. Melalui tabel F pada tingkat kekeliruan 5% ( = 0.05) dan derajat bebas (2:19) diperoleh nilai Ftabel sebesar 3,522. Karena Fhitung (10,324) lebih besar dari Ftabel (3,522) maka pada tingkat kekeliruan 5% (=0.05) diputuskan untuk menolak Ho3sehingga Ha3 diterima. Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa etika profesi auditor eksternal dan perilaku disfungsional auditor secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung.
Kemudian nilai R-Square sebesar 0,521 atau 52,1 persen, menunjukkan bahwa kedua variabel independen yang terdiri dari etika profesi auditor eksternal dan perilaku disfungsional auditor secara simultan mampu menerangkan perubahan yang terjadi pada kualitas audit sebesar 52,1 persen.Artinya secara bersama-sama kedua variabel independen (etika profesi auditor eksternal dan perilaku disfungsional auditor) memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 52,1% terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung. Sisanya pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diteliti adalah
sebesar47,9%, yaitu merupakan pengaruh faktor lain diluar kedua variabel independen yang diteliti seperti indenpendensi kompetensi dan fee audit dan variable.

HASIL / KESIMPULAN

Etika profesi auditor eksternal berpengaruh terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di kota Bandung. Etika profesi auditor yang ditaati dengan baik akan meningkatkan kualitas audit. Etika profesi auditor eksternal pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung berada dalam kategori sedang. Pada indikator integritas dalam pelaksanaan audit sebagian besar auditor hanya kadang-kadang bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa dan pada indikator obyektifitas dalam pelaksanaan audit cukup masih dipengaruhi oleh pihak lain. Masalah yang terjadi dikarenakan adanya akuntan publik yang melanggar SA-SPAP. Dan juga perilaku disfungsional auditor eksternal berpengaruh terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Bandung. Semakin tinggi perilaku disfungsional auditor akan menurunkan kualitas audit. Perilaku disfungsional auditor eksternal pada Kantor Akuntan Publik yang berada di kota Bandung berada dalam kategori sedang. Akan tetapi sebagian besar auditor pada Kantor Akuntan Publik yang berada di kota Bandung masih sering melakukan perubahan dalam prosedur audit. Masalah yang terjadi dikarenakan adanya akuntan publik yang melakukan kolusi yang ditenggarai memalsukan laporan keuangan dan tidak melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar audit.

DAFTAR PUSTAKA
Accounting Horizons. Robbins. Stephen P., and Timothy A.Judge.2009. Organizational Behavior.13th Edition. Pearson International.
Achmad Subianto. Bisnis Indonesia, 2006
Adanan Silaban. 2011. Pengaruh Multidimensi Komitmen Profesional Terhadap Perilaku Audit Disfungsional. Jurnal Akuntansi & Auditing. Vol. 8. No. 1.
Arens, A.A., Elder, R.J., and Beasley, M.S. 2012. Auditing and Assurance Service – An Intergated Approach, 14th Edition. Edinburg UK : Pearson Limited Education.
Arens, Alvin A dan James L. Loebbecke (Amir Abadi Yusuf, Penerjemah). 2008. Auditing Pendekatan Terpadu. Buku Dua Edisi Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.
Arens, Alvin A dan James L. Loebbecke (Amir Abadi Yusuf, Penerjemah). 2008. Auditing Pendekatan Terpadu. Buku Dua Edisi Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.
Kane, G., & U. Velury. 2005. The impact of managerial ownership on the likelihood of provision of high quality auditing services, Review Of Accounting & Finance.
Kanisius. Suad Husnan. 2001. Dasar-Dasar Teori Portofolio. Edisi Tiga. UPP AMP YKPN. Yogyakarta
Kinichi, Angelo., and Robert Kreitner. 2003. Organizational Behavior, Keys concepts,skills and best practice. Mc Graw Hill.Co, Inc Newyork.
Mashuri Maschab. 2008. Kekuasaan Eksekutif di Indonesia. Rineka Cipta, Jakarta.
Mustofa. 2009. Globalisasi Profesi Akuntansi Di Mata Mustofa. Akuntan Indonesia : Edisi No.19/Tahun III Agustus 2009, Hal 13-15
Nor, Mohd Nazli Mohd, Smith, Malcolm and Ismail, Zubaidah.2009. Auditors’ Perception of Time Budget Preassure and Reduced Audit Quality practices: A Preliminary Study From Malaysian Context.
Nugrahiningsih, Putri. 2005. Analisis Perbedaan Perilaku Etis Auditor di KAP dalam Etika Profesi (Studi terhadap Peran Faktor-Faktor Individual : Locus of Control, Lama Pengalaman Kerja, Gender dan Equity Sensitivity). Simposium Nasional Akuntansi VIII.
Puradiredja Mulyadi dan. 1998. Auditing Pendekatan Terpadu. Jakarta: Salemba Empat.
Schermerhorn, Jhon R., james G. Hunt., and Richard N. Osborn. 2005. Organizational Behavior. Ninth Edition, Jhon Wiley and Sons Inc.
Sofyan Syafri Harahap. 2007. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Edisi Kesatu Cetakan Ketiga. Jakarta: PT. Raya Grafindo Persada.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung : CV Alfabeta.
Tjiptohadi Unti Ludigdo. 2007. Paradoks Etika Akuntan. Edisi Pertama. Penerbit Pustaka Pelajar.
Umi Narimawati. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Teori dan Aplikasi, Bandung: Agung Media.
Akuntan Online
Sumber : Sumber:tempo.com, hukumonline.com.
Teten,2001 dalam http://www.news.liputa-n6.com

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PERILAKU ETIKA DALAM BISNIS

NAMA: NANDA DWI CAHYANI
KELAS: 4EB22
NPM    :25212232

LINGKUNGAN BISNIS YANG MEMPENGARUHI ETIKA

Etika bisnis merupakan suatu rangkaian prinsip/aturan/norma yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis. Etika sebagai norma dalam suatu kelompok bisnis akan dapat menjadi pengingat anggota bisnis satu dengan lainnya mengenai suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang selalu harus dipatuhi dan dilaksanakan. Etika didalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan bisnis yang terkait tersebut.

Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (bisnis). Kebenaran disini yang dimaksud adalah etika standar yang secara umum dapat diterima dan diakui prinsip-prinsipnya baik oleh masyarakat, perusahaan dan individu. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

untuk terciptanya etika didalam bisnis yang sesuai dengan budi pekerti luhur, ada beberapa yang perlu diperhatikan, antara lain :

  • Pengendalian diri
  • Pengembangan tenggung jawab sosial
  • Mempertahankan jati diri
  • Menciptakan persaingan yang sehat
  • Menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan.

Adapun hal-hal yang perlu dihindari agar terciptanya etika didalam bisnis yang baik yaitu menghindari sikap 5K, yaitu:

  • Katabelece
  • Kongkalikong
  • Koneksi
  • Kolusi, dan
  • Komisi

KESALING TERGANTUNGAN ANTARA BISNIS DAN MASYARAKAT

Perusahaan yang merupakan suatu lingkungan bisnis juga sebuah organisasi yang memiliki struktur yag cukup jelas dalam pengelolaannya. ada banyak interaksi antar pribadi maupun institusi yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu kecenderungan untuk terjadinya konflik dan terbukanya penyelewengan sangat mungkin terjadi. baik di dalam tataran manajemen ataupun personal dalam setiap tim maupun hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar. untuk itu etika ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu kewajiban perusahaan adalah mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat.

Berikut adalah beberapa hubungan kesaling tergantungan antara bisnis dengan masyarakat.

  • Hubungan antara bisnis dengan langganan / konsumen

Hubungan antara bisnis dengan langgananya adalah hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik. Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebut disini misalnya saja :

Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga terhadap produknya. Bungkus atau kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, Pemberian servis dan terutama garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis.

  • Hubungan dengan karyawan

Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Tranfer, demosi (penurunan pangkat) maupun lay-off atau pemecatan / PHK (pemutusan hubungan kerja).

  • Hubungan antar bisnis

Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain. Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan para pesaing, grosir, pengecer, agen tunggal maupun distributor.

  • Hubungan dengan Investor

Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya. prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.

  • Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan

Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial.

KEPEDULIAN PELAKU BISNIS TERHADAP ETIKA

Etika bisnis dalam suatu perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu bisnis yang kokoh dan kuat dan mempunyai daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan untuk menciptakan nilai yang tinggi. Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral.

Tolak ukur dalam etika bisnis adalah standar moral. Seorang pengusaha yang beretika selalu mempertimbangkan standar moral dalam mengambil keputusan, apakah keputusan ini dinilai baik atau buruk oleh masyarakat, apakah keputusan ini berdampak baik atau buruk bagi orang lain, atau apakah keputusan ini melanggar hukum.

Dalam menciptakan etika bisnis perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain  pengendalian diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, mampu menyatakan hal yang benar, Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah, Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama dan lain sebagainya.

PERKEMBANGAN DALAM ETIKA BISNIS

Kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri. Perbuatan menipu dalam bisnis , mengurangi timbangan atau takaran, berbohong merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis.

ETIKA BISNIS DALAM AKUNTANSI

Kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri. Perbuatan menipu dalam bisnis , mengurangi timbangan atau takaran, berbohong merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis.

ETIKA BISNIS DAN AKUNTAN

Amerika Serikat yang selama ini dianggap sebagai Negara super power dan juga kiblat ilmu pengetahuan termasuk displin ilmu akuntansi harus menelan kepahitan. Skandal bisnis yang terjadi seakan menghilangkan kepercayaan oleh para pelaku bisnis dunia tentang praktik Good Corporate Governance di Amerika Serikat. Banyak perusahaan yang melakukan kecurangan diantaranya adalah TYCO yang diketahui melakukan manipulasi data keuangan (tidak mencantumkan penurunan aset), disamping melakukan penyelundupan pajak. Global Crossing termasuk salah satu perusahaan terbesar telekomunikasi di Amerika Serikat dinyatakan bangkrut setelah melakukan sejumlah investasi penuh resiko. Enron yang hancur berkeping terdapat beberapa skandal bisnis yang menimpa perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat. Worldcom juga merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat melakukan manipulasi keuangan dengan menutupi pengeluaran US$3.8 milyar untuk mengesankan pihaknya menuai keuntungan, padahal kenyataannya rugi. Xerox Corp. diketahui memanipulasi laporan keuangan dengan menerapkan standar akunting secara keliru sehingga pembukuan perusahaan mencatat laba US $ 1.4 milyar selama 5 tahun. Dan masih banyak lagi.

KESIMPULAN

Seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Kasus enron, xerok, merck, vivendi universal dan bebarapa kasus serupa lainnya telah membuktikan bahwa etika sangat diperlukan dalam bisnis. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik. Kita harus mengakui bahwa akuntansi adalah bisnis, dan tanggung jawab utama dari bisnis adalah memaksimalkan keuntungan atau nilai shareholder. Tetapi kalau hal ini dilakukan tanpa memperhatikan etika, maka hasilnya sangat merugikan.

SUMBER

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/perilaku-etika-dalam-bisnis/

https://secure.ethicspoint.com/domain/media/id/gui/26697/code.pdf

http://igamuhammad.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-bisnis.html

http://noviyuliyawati.wordpress.com/2013/10/23/perilaku-etika-dalam-bisnis/

http://valiani-softskill.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-bisnis_4.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN

NAMA: NANDA DWI CAHYANI
KELAS: 4EB22
NPM    :25212232

 PENGERTIAN ETIKA

James J.Spillane SJ berpendapat bahwa etika atau ethics memperhatikan dan mempertimbangkan tingkah laku manusia dalam pengambilan keputusan moral. Menurut O.P. Simorangkir, etika atau etik adalan pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), pengertian etika adalah sebagai berikut :

  1. Etika merupakan ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk serta tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
  2. Moral memiliki arti:
  • Ajaran tentang apa yang baik dan yang buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, akhlak, budi pekerti, asusila;
  • Kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, isi hati atau keadaan perasaan.

Jika dilihat dari asal kata, etika diambil dari bahasa Yunani yaitu “ethos” yang bermakna adat istiadat/kebiasaan yang baik. Etika disebut juga sebagai filsafat moral, yaitu cabang dari filsafat yang berbicara mengenai tindakan manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, akan tetapi etika lebih mengarah kepada bagaimana manusia harus bertindak.

Berbicara mengenai etika tidaklah dapat kita pisahkan dengan norma, seperti pendapat menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”.

Perilaku manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi kagi menjadi norma hukum, norma agama, norma moral, dan norma sopan santun.

  • Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan
  • Norma agama berasal dari agama
  • Norma moral berasal dari suara batin
  • Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika.

PRINSIP-PRINSIP ETIKA

Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

  • Prinsip Keindahan, Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
  • Prinsip Persamaan, Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
  • Prinsip Kebaikan, Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
  • Prinsip Keadilan, Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
  • Prinsip Kebebasan, Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
  • Prinsip integritas moral yang tinggi, yaitu komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi.

BARIS TEORI ETIKA

  • Teori Deontologi

Deontologi berasal dari bahasa Yunani, deon yang berarti kewajiban. Yaitu kewajiban manusia untuk selalu bertindak baik. Suatu tindakan dikatakan baik dan bermoral karena tindakan tersebut dilaksanakan berdasarkan kewajiban yang harus dilaksanakan bukan pada tujuan atau akibat dari tindakan tersebut.

  • Teori Teleologi

Dalam teori ini, tindakan baik maupun buruk manusia diukur berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau suatu tindakan dinilai baik atau bermoral kalau yang di akibatkan itu baik atau berguna. Permasalahan yang meliputi teori ini seputar bagaimana menilai akibat atau tujuan baik dari suatu tindakan dan untuk siapa tindakan tersebut. Oleh sebab itu, teori teleologi ini memunculkan teori-teori baru seperti egoisme dan utilitarisme.

  • Teori Hak

Teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama dan tidak dapat dopisahkan.

  • Teori Keutamaan (Virtue)

Memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah lau baik secara  moral.

 

EGOISM

Kata egoisme merupakan istilah yang berasal dari bahasa Latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern yang berarti diri atau saya, dan kata isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya.

Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umumnya dan hanya memikirkan diri sendiri.

Inti pandangan dari Egoisme yaitu tindakan dari setiap orang pada dasarnya adalah untuk mengejar kepentingan pirbadi dan memajukan dirinya sendiri. Aristoteles berpenapat bahwa tujuan hidup dan tindakan setiap manusia adalah untuk mengejar kebahagiannya. Egoisme dianggap bermoral dan etis karena kebahagiaan dan kepentingan pribadi dalam bentuk hidup, hak, dan keamanan secara moral dianggap baik dan pantas untuk diupayakan dan dipertahankan.

 Kesimpulan

Etika merupakan sebuah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan juga tentang hak dan kewajiban seorang manusia. Etika juga mempunyai prinsip-prinsip diantaranya prinsip keindahan, prinsip keadilan, prinsip kebaikan, prinsip kebebasan, dan prinsip persamaan. Adapun etika juga ditopang oleh beberapa teori diantaranya teori Teleologi,  teoriDeontologi, teori Hak, dan teori Persamaan.

Sumber :

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MY HOBBYS

My  name  is  nanda  dwi  cahyani, I’m  20  years  old  and  I’m study in Gunadarma  University.  my  habit  is  waking  me  playing  hp   to forget  time. The  hobby  is  an  activity  that  we  like,  I have three hobbies.

The  first  of  my  hobbies  is watching  movies. I like all gander but  I  prefer horror  movie,  horror  movie  for  me  is  more  challenging  to  make  people  who  watch  can  not  sleep  because  of  fear.  I’ve  watched  the  movie  “Bangsal  13”  which  makes  me  unable  to  sleep  “bangsal 13”  story  hospital  room  haunted  especially  named  “Bangsal  13”  room  was  haunted because  crazy  nurse  injecting  patient  died  in  that  room.
I  choose  a  lot  of  movies  and  dvd ,  when  my  free  time  watching  movies  that  I  have .  it  was  fun for  me,  especially  when  watching  a  movie  with  friends  or  family  that  made  us  feel  closer.

My  second  hobby  is  swimming,  As  well  as  other  sports,  swimming  also provides  many  benefits  for  health.  This  will  prevent  us  from  obesity, increase  muscle  strength,  relieve  stress,  back  pain,  increase  height,  and  even  breast  cancer.  Swim  in  a  certain  way  is  also  beneficial  for  pregnancy. Plunge  into  the  pool  or  at  the  edge  of  the  open  sea  is  very  pleasant, because  we  all  would  love  to  soak  in  water.  Swimming  is  an  exciting experience,  and  most  importantly  many  unique  benefits  for  health.  The benefits  of  swimming  are  also  associat  with  a  feeling  of  fun,  relaxation, and  recreation.  It  is  also  very  beneficial  for  our  body  mechanisms.  At  the  time  it  is  hot,  soaking  in  water  will  help  reduce  body  heat,  so  refreshing and  could  rejuvenate  our  energy.  According  to  a  study  conducted  at  the University  of  Extremadura  in  Spain,  swimming  in  warm  water  can  even relieve  the  pain-pain  in  the  body.
Swim  will  make  all  the  muscles  of  the  body  work,  thus  increasing  muscle strength  and  cardiovascular  strength.  Thus,  the  body  will  receive  the maximum  intake  through  swimming.

The  third  shopping,  for  women  what  comes  in  mind  when  we  are  in  the mall?  It  is  definitely  shopping,  maybe  not  all  women  have  such  properties, but  there  are  some  women  shopping  a  hobby  or  habit.  I  love  shopping  but still  no  limit.  My  mother  never  scolded  me  because  the  money  runs  out shopping  because  of  it  I  was  never  allowed  to  have  atm.
Especially  if  it  turns  out  shopping  proven  to  provide  many  positive  benefits for  me.
Surely  I  must  be  a  smart  shopper  now  to  assess  the  goods  and  shop  as needed,  not  necessarily  to  be  extravagant  and  spend  a  lot  of  money  for something  that  is  not  too  I  needed.
A  sense  of  adventure  in  search  for  goods,  and  a  sense  of  fulfillment  after getting  the  goods  sought  create  a  feeling  of  safety  that  affects  the  inner satisfaction  and  increase  enthusiasm  for  life  and  Shopping  means  to  meet  a lot  of  people  or  meet  friends.  Thus,  it  will  prevent  loneliness  and  improve psychological  health.
maybe  that  is  the  reason  many  women  love  shopping.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

TATA BAHASA

Pengertian Tata Kalimat

Tata kalimat adalah kaidah penyusunan kata sehingga menjadi kalimat yang baik dan benar dan mempunyai arti sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.

  1. Ciri-ciri Tata Kalimat

Apakah tuturan yang kita hasilkan memenuhi syarat sebagai kalimat. Salah satu syaratnya adalah kelengkapan unsur kalimat, yaitu subjek, predikat, objek, keterangan, pelengkap.

  1. Subjek

Subjek (S) adalah bagian kalimat yang mennjukkan pelaku, sosok (benda), sesuatu hal, atau masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Subjek dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan siapa atau apa predikat.

Contoh:

  1. Mahasiswa mengerjakan tugas makalah.
  2. Meja direktur besar
  3. Predikat

Prediket (P) adalah bagian kalimat yang memberi tahu, melakukan (tindakan) apa atau keadaan bagaimana subjek (S), sesuatu yang dinyatakan oleh P dapat pula mengenai sifat, situasi, status, ciri atau jati diri S.

Predikat dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan bagaimana atau mengapa subjek.

Contoh:

  1. Mahasiswa menyusun skripsi.
  2. Ibu sedang tidur siang.
  1. Objek

Objek(O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P (Prediket). Letak objek (O) selalu dibelakang P. Objek dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Objek hanya terdapat pada kalimatyang predikatnya berupa kata kerja transitif.

Contoh:

  1. Mahasiswa itu mengemukakan masalahnya.
  2. Masalahnya dikemukakan oleh mahasiswa itu.
  1. Pelengkap

Pelengkap (pel) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi prediket (P). Letak Peengkapl umumnya di belakang predikat yang berupa verba.Pelengkap tidak dapat menjadi subjek sebab tidak dapat dipasifkan.

Contoh:

  1. Mereka belajar matematika dengan sungguh-sungguh
  2. Banyak orsospol berlandaskan Pancasila.
  1. Keterangan

Keterangan (ket) adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lainnya. Unsur ket dapat berfungsi menerangkan S,P,O, dan Pel. Posisinya bersifat nama suka, dapat di awal, di tengah, atau di akhir kalimat.

Berdasarkan maknanya, terdapat bermacam-macam Keterangan dalam kalimat yaitu keterangan tempat, waktu, alat, tujuan, cara, penyetara, simulatif, penyebaban dan kesalinagan. Posisi keterangan dapat berpindah-pindah di depan, tengah, atau akhir kalimat.

Contoh:

  1. Mereka belajar di perpustakaan.(ket. Tempat)
  2. Rustam sekarang sedang belajar (ket. Waktu)

Ruang Lingkup Sintaksis

 

  1. Pengertian Sintaksis Menurut Para Ahli

W.M.Verhaar (1999:161)

Verhaar mendefinisikan sistaksis sebagai ilmu yang membahas hubungan antar-kata dalam tuturan.Hubungan antar-kata tersebut meliputi satuan gramatikal yang meliputi frasa, klausa, dan kalimat.

Hari murti Kridalaksana (1982:154)

Kridalaksana menyatakan bahwa sintaksi adalah: (1) pengaturan dan hubungan  antara kata dengan kata,dengan satuan-satuan  yang lebih besar, antara satuan yang lebih besar itu dalam bahasa; (2) Sub sistem bahasa yang mencakup hal tersebut; (3) Cabang linguistik yang mempelajari hal tersebut.

Rustam Rusmadji  (1993:2)

Hampir sama dengan pakar sebelumnya, Rusmadji mengemukan definisi sintaksis sebagai subsistem tata bahasa yang mencakup kelas kata dan satuan-satuan yang lebih besar yaitu frasa,klausa,kalimat dan hubungan-hubungan diantara satuan-satuan sintaksis tersebut.

Djoko Kentjono (1982:53)

Menurut Djoko Kentjono, sintaksis adalah ilmu yang berusaha menerangkan pola-pola yang mendasari satuan-satuan sintaksis serta bagian-bagian yang membentuk satuan-satuan tersebut.Selain itu, sintaksis juga membahas tentang alat-alat hubung untuk menghubungkan bagian pembentuk (konstituen) satuan sintaksis serta menunjukkan makna gramatikalnya.

Gleason

Sintaksis adalah bagian atau cabang ilmu yang membicarakan seluk beluk wacana kalimat, klausa dan juga frase.

Robert (1964:1)

Sintaksis adalah bidang tata bahasa yang menelaah hubungan kata-kata dalam kalimat dan cara-cara menyusun kata-kata itu untuk membentuk sebuah kalimat.

Ramlan (1976:57)

Sintaksis adalah bagian dari tata bahasa yang membicarakan struktur frase dan kalimat.

Fromkin dan Rodman

Sintaksis adalah bagian dari pengetahuan linguistik yang menelaah struktur kalimat.

  1. Ruang Lingkup Sintaksis Beserta Contoh

Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli seperti di atas,maka ruang lingkup sintaksis mencakup kata, frasa, klausa, dan kalimat. Intinya adalah semua komponen yang menelaah tentang struktur kalimat.

  1. Kata

Kata dapat dikelompokkan menurut kategorinya, yaitu nomina, verba, adjektiva, adverbial, numeralia, preposisi, konjungsi, dan pronomina.Dalam konteks sintaksis, verba,nomina, dan adjektiva adalah kategori utama, sedangkan yang lain adalah kategori tambahannya.

  1. Frasa

Pengisi fungsi sintaksis dapat berupa kata dan dapat berupa pula frasa.Sehingga ada jenis frasa yang berupa frasa nominal,frasa verbal, dan frasa adjektifal.Selain itu, ada juga frasa adverbial,frasa numeral, dan frasa preposisional.Dilihat dari hubungan kedua unsurnya dikenal adanya frasa koordinatif, dan frasa subordinatif.

            Frasa nominal adalah kelompok kata yang sama-sama berdistribusi  kata benda (nomina).Contohnya dalam Bahasa Aceh seperti bajèe brôk, rumôh batee, pinto busoe,dll.Kategori ini merupakan pengisi fungsi subjek (S) dan objek (O).

Frasa verbal adalah kelompok kata yang berdistribusi sama berupa  kata kerja (verba), Contohnyagohlom deuek, h’an trôk, gohlom geuwoe,ka leupah, ka matee, dll.Kategori ini merupakan pengisi fungsi predikat (P).

Frasa adjektifal adalah kelompok kata yang berdistribusi sama berupa kata sifat (adjektifa).Contohnya ceudah that, caröng that,teungöh sakét, brȏk that,hana trép,dll.Kategori ini bertugas sebagai pengisi fungsi predikat (P) dan keterangan (ket.)

Frasa numeral adalah kelompok kata yang memiliki distribusi sama kata bilangan (numeralia).Contohnya limöng neuk, dua ribèe, lhè jeungkai, dll.Frasa preposisional adalah kelompok kata yang berdistribusi kata depan .Contohnya di gampông, u kuta, ngön moto, dll. Terakhir ada frasa adverbial yang berfungsi sebagai pengisi fungsi sintaksis kategori kata keterangan.Contohnya seperti buno beungӧh, baroe supôt,dll.

Dilihat dari keutuhannya sebagai frasa, maka frasa terbagi menjadi:

  1. Frasa Endosentrik

frasa endosentrik adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Frasa endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:

Frasa endosentrik yang koordinatif, yaitu: frasa yang terdiri dari unsur-unsur yang setara, biasanya sering dihubungkan dengan penghubung. Misalnya dalam Bahasa Aceh seperti mawa-abuwa, lakoe ngön binoe, haluwa atawa dôdôi.

Frasa endosentrik  yang atributif, yaitu frasa yang terdiri atas unsur-unsur yang tidak setara. Sehingga unsur-unsurnya tidak dapat dihubungkan.Misalnya: Mano laôt,saka takengon,boh mamplam maméh.

boh mamplam merupakan unsur pusat, yaitu: unsur yang secara distribusional sama dengan seluruh frasa dan secara semantik merupakan unsur terpenting, sedangkan maméh merupakan atributif atau sebagai pelengkap.

Frasa endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan tambahan.Kedudukan kata dalam frasa ini dapat ditukarkan atau dibalik.Misalnya

Si ma’e, aneuk pak keuchiek, sép lagak ureuengjih.Atau Aneuk pak keuchiek, si Ma’e, sép lagak ureuengjih.

Dalam frasa Si Ma’e, aneuk Pak keuchiek secara sematik unsur yang satu, dalam hal ini unsur aneuk Pak keuchiek, sama dengan unsur lainnya, yaitu si Ma’e. Karena, unsur aneuk pak keuchiek dapat menggantikan unsur si Ma’e. Perhatikan jajaran berikut:

Si Ma’e, aneuk Pak keuchiek, sép lagak ureuengjih.

Si Ma’e, …., sép lagak ureuengjih

…., aneuk Pak keuchiek sép lagak ureungjih.

 

  1. Frasa Eksosentrik

Frasa eksosentrik ialah frasa yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya.

Misalnya: Gobnyan geujak woe u gampȏng.

Frasa u gampông tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Ketidaksamaan itu dapat dilihat dari jajaran berikut:

Gobnyan geujak woe u….

Gobnyan geujak woe….gampȏng

Dilihat dari hubungan kedua unsurnya dikenal adanya frasa koordinatif, dan frasa subordinatif.Frasa koordinatif adalah frasa yang kedua unsurnya sederajat.Frasa koordinatif terbagi lagi menjadi:

  1. Frasa nominal koordinatif seperti dalam Bahasa Aceh, Glé neuheun, manok iték.
  2. bFrasa verbal koordinatif contohnya bloe peubloe.
  3. Frasa ajektival koordinatif,contohnya get brôk, tuha muda, ubiet rayek.

Sedangkan frasa subordinatif  adalah frasa yang kedudukan kedua unsurnya tidak sederajat, yang satu menjadi atasan dan yang lain menjadi bawahan.Frasa subordinatif terbagi lagi menjadi:

  1. Frasa nominal subordinatif seperti sidroe ureueng, sate kaméng, saboh teumpat.

b.Frasa verbal contohnya seperti kaleuh pajôh bu, gohlom manô,teungöh piyôh hèk.

c.Frasa adjektifal contohnya seperti jiôh that, hana tari,mangat that.

  1. Klausa

Klausa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang terikat oleh subjek dan predikat.

Contoh : Gobnyan geujak

s           p

Ada tiga dasar yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan klausa yaitu :

  1. Klasifikasi klausa berdasarkan struktur internnya.

Klasifikasi klausa berdasarkan struktur internnya mengacu pada hadir tidaknya unsur utama klausa, yaitu S dan P. Dalam klausa, S adalah unsur yang boleh tidak hadir, sedangkan P sebagai unsur inti klausa yang  selalu harus hadir. Atas dasar itu, maka hasil klasifikasi klausa berdasarkan struktur internnya, berikut klasifikasinya :

  1. Klausa lengkap ialah klausa yang semua unsur intinya hadir. Klausa ini diklasifikasikan lagi berdasarkan urutan S dan P.
  2. Klausa inversi, yaitu klausa yang P-nya mendahului S.Misalnya

 

Teungӧh geuceumeucop mak lam kama.

P                         S                    ket.

 

  1. Klausa Tidak Lengkap yaitu klausa yang tidak semua unsur intinya hadir. Biasanya dalam klausa ini yang hadir hanya S saja atau P saja.

Soe nyan? ureueng nyang peugӧt meusekatlon.

S

Hoe adoekeuh? Ka dijak keumawé

P

  1. Klasifikasi klausa berdasarkan ada tidaknya unsur negasi yang secara gramatik menegatifkan predikat.

Unsur negasi yang dimaksud adalah tidak, tak, bukan, belum, dan jangan. Klasifikasi klausa berdasarkan ada tidaknya unsur negasi yang secara gramatik menegatifkan P menghasilkan :

  1. Klausa Positif ialah klausa yang ditandai tidak adanya unsur negasi yang menegatifkan  P. Contohnya,gobnyan tuha peuet bak gampȏng nyoe.
  2. Klausa Negatif ialah klausa yang ditandai adanya unsur negasi yang menegaskan P.Contohnya, gobnyan bukӧntuha peuet gampông nyoe.
  3. Klasifikasi klausa berdasarkan kategori frasa yang menduduki fungsi P.

Berdasarkan kategori frasa yang menduduki fungsi P, klausa dapat diklasifikasikan menjadi:

  1. Klausa Nominal ialah klausa yang P-nya berupa frasa yang termasuk kategori frasa nomina.

Contoh: Maklon sidroe gurè bak sikula.

  1. Klausa Verba ialah klausa yang P-nya berupa frasa yang termasuk kategori frasa verba.

Contoh: Ayahjih ka geuba u rumôh sakét.

  1. Klausa Adjektiva ialah klausa yang P-nya berupa frasa yang termasuk kategori frasa adjektiva.Contohnya aneuk ureuengnyan maméh that.
  2. Klausa Numeralia ialah klausa yang P-nya berupa frasa yang termasuk kategori numeralia.Contohnya,aneuk cudalôn dua droe.
  3. Klausa Preposisional ialah klausa yang P-nya berupa frasa yang termasuk kategori frasa preposisional.Contohnya, mie di ateuh tika éh.
  1. Klasifikasi klausa berdasarkan potensinya untuk menjadi kalimat

Klasifikasi klausa berdasarkan potensinya untuk menjadi kalimat dapat dibedakan atas :

  1. Klausa Bebas ialah klausa yang memiliki potensi untuk menjadi kalimat mayor. Jadi, klausa bebas memiliki unsur yang berfungsi sebagai subyek dan yang berfungsi sebagai predikat dalam klausa tersebut.Contohnya,  aneuk nyan badanjih leupi, tapih gakijih seu-uem.
  2. Klausa terikat ialah klausa yang tidak memiliki potensi untuk menjadi kalimat mayor, hanya berpotensi untuk menjadi kalimat minor.Contohnya,semua murid sudah pulang kecuali yang dihukum.
  3. Klasifikasi klausa berdasarkan kriteria tatarannya dalam kalimat.

Menurutnya klausa juga dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria tatarannya dalam kalimat.

  1. Klausa Atasan ialah klausa yang tidak menduduki f ungsi sintaksis dari klausa yang lain.Contoh : Ketika paman datang, kami sedang belajar.
  2. Klausa Bawahan ialah klausa yang menduduki fungsi sintaksis atau menjadi unsur dari klausa yang lain.Contoh : Dia mengira bahwa hari ini akan hujan.

 

  1. Kalimat

Kalimat merupakan gabungan dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan makna minimal terdiri dari subjek dan predikat dan diakhiri oleh tanda baca.

Kalimat terbagi atas:

  1. Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan (objek dan keterangan), asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru.

 

Kalimat Tunggal                                                   Susunan Pola Kalimat

Ayah  sakét.                                                                              S-P

Mak geupajôh bu.                                                                     S-P-O

Abuwa ka geujak u banda bunoe beungӧh                               S-P-O-K

 

Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk dapat terjadi dari:

Sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru, di samping pola yang sudah ada.Misalnya: Pancuri ka jidrop. (kalimat tunggal)

Pancuri nyang  cue meueh nyan ka jidrop.(subjek pada kalimat pertama diperluas)

Penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat.

Misalnya: Chiek teungöh geumagun.(kalimat tunggal I)

Mak teungöh geucang gulè.(kalimat tunggal II)

Chiek teungӧh geumagun,seudangkan Mak teungöh geucang gulè.

Berdasarkan sifat hubungannya, kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran.

 

Kalimat majemuk setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. Kalimat majemuk setara terdiri atas:

  1. Kalimat majemuk setara menggabungkan. Biasanya menggunakan kata-kata tugas.Misalnya: Si Nyak Jah that caröng ngӧn tarie lom.
  2. Kalimat majemuk serta memilih. Biasanya memakai kata tugas.
  3. Kalimat majemuk setara perlawanan. Biasanya memakai kata tugas: tapimalingkan. Misalnya:Jih hana kaya,tapi gasien jih.

 

 

Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk yang terdiri dari perluasan kalimat tunggal, bagian kalimat yang diperluas sehingga membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. Sedangkan kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat. Ditinjau dari unsur kalimat yang mengalami perluasan dikenal adanya:

  1. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat penggati subjek.

Misalnya:       soalnyan  ka meuphom jih

P             S

bah beuet masalah seumayang ka meuphom jih

anak kalimat pengganti subjek

  1. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti predikat.

Misalnya:       jih jipeugah lagèe nyan.

Jih jipeugah hana peng barosa

  1. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek.
  2. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan.

Misalnya:       Ayah geuwoe malam uroe.

S            P             K

Ayah geuwoe watèe kamoepajôh bue malam

anak kalimat pengganti keterangan

3) Kalimat majemuk campuran

Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat.

 

  1. Kalimat Inti, Luas, dan Transformasi
  2. Kalimat inti

Kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus  menjadi inti kalimat.

  1. Kalimat luas

Kalimat luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata, tetapi lebih.

  1. Kalimat transformasi

Kalimat transformasi merupakan kalimat inti yang sudah mengalami perubahan atas keempat syarat di atas yang berarti mencakup juga kalimat luas. Namun, kalimat transformasi belum tentu kalimat luas.

Contoh kalimat  Inti, Luas, dan Transformasi

  1. Kalimat Inti. Contoh: Si Aminah teungӧh sakét.
  2. Kalimat transformasi.
  3. i) Dengan penambahan jumlah kata tanpa menambah jumlah inti, sekaligus juga adalah kalimat luas.Contohnya, Adoelôn teumo-mo muba-e baroe beungӧh.
  4. ii) Dengan penambahan jumlah inti sekaligus juga adalah kalimat luas.Contohnya, adoelôn teumo-mo muba-e ngӧn jimeurunéng jilakè komputer.

iii) Dengan perubahan kata urut kata. Contohnya, adoelôn ka jikliek.

  1. Kalimat Mayor dan Minor
  2. Kalimat mayor

Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti.

Contoh:Ceceklôn na lam kama.

  1. Kalimat Minor

Kalimat minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat.

Contoh: iem!,pu peugah?

 

  1. Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat berisikan gagasan pembicara atau penulis secara singkat, jelas, dan tepat.

Jelas      : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.

Singkat  : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata.

Tepat     : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.

  1. Kalimat Tidak Efektif

Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif.

Posted in Uncategorized | Leave a comment